APBD Defisit, Dispangtan Mentawai Hanya Melanjutkan Program Tahun Lalu

APBD Defisit Dispangtan Mentawai Hanya Melanjutkan Program Tahun Lalu Kepala Dispangtan Mentawai, Novriadi (Foto : Suntoro/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT—Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun ini akan melanjutkan program pembangunan irigasi dan perluasan lahan pertanian lanjutan kegiatan pada tahun lalu.

Kepala Dispangtan Mentawai, Novriadi mengatakan, untuk tahun ini pembangunan sektor pertanian anggarannya diambil dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp3 Miliar. Kegunaan anggaran tersebut yakni lanjutan pembangunan irigasi, pembangunan saluran di beberapa lokasi pertanian sawah.

“Kalau pertanian ini kan kegiatannya berkesinambungan, kegiatannya memang itu-itu saja, yang berbeda cuma lokasinya saja,” kata Novriadi saat ditemui Mentawaikita.com di ruang kerjanya, Selasa (22/1/2019).

Pembangunan pertanian dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai,  kata Novriadi hampir tidak ada tahu ini sebab APBD Mentawai  defisit. 

Dari APBD hanya pengembangan peternakan sapi potong yang berlokasi di Desa Mara, Kecamatan Sipora Selatan sebanyak 20 ekor berupa sapi Pesisir dan petaninya sudah dibimbing sejak tahun lalu dan dikelola satu kelompok petani.

“Lokasi sudah clear, kelompok tani sudah dibuka dan sudah menanam rumput untuk pakan ternak, kandang, pagar sudah ada, tinggal memasukkan ternak lagi,” jelasnya.

Program baru di sektor pertanian kata Novriadi hanya hanya pembangunan embung di dua lokasi yakni Dusun Sirilanggai Desa Malancan, Kecamatan Siberut Utara dan Desa Matobe di Kecamatan Sikakap.

“Embung sawah ini hanya skala kecil, kemudian pembangunan jalan arah sawah ini biasa dilakukan, ada empat titik, yaitu di Goiso Oinan, Saumanganya, Desa Makalo dan jalan perkebunan di Desa Beriulou,” ujarnya.

Kemudian pembangunan 1 unit kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di Kecamatan Siberut Tengah. Sementara untuk pengembangan pertanian tahun ini kurang lebih ada 10 program kegiatan. 

Sementara Bulan Desember 2018 lalu terdapat 2 unit bantuan mesin, yaitu bantuan 1 unit mesin pengolah sagu di Siberut Selatan dan mesin pembuat keripik pisang dan tepung pisang satu unit ada 6 set di Desa Matobe Kecamatan Sipora Selatan.

“Untuk mesin pengelola sagu sudah diserahkan ke petani dan mesin pengelola keripik pisang akan diserahkan setelah melakukan pelatihan pada Kamis (24/1/2019),” katanya.

BACA JUGA