Petani Silabu Tempuh Jarak Puluhan Kilometer Untuk Menggiling Padi

Petani Silabu Tempuh Jarak Puluhan Kilometer Untuk Menggiling Padi Hamparan sawah di Desa Silabu, Kecamatan Pagai Utara

SILABU—Petani dari Desa Silabu, Kecamatan Pagai Utara terpaksa menempuh jarak sekitar 11 kilometer dari kampungnya untuk menggiling padi ke Desa Taikako atau ke Sibaibai Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai yang berjarak sekitar 25 km sebab di desa mereka mesin penggiling padi tidak berfungsi.

Pusuibiat (39), warga Silabu mengatakan, untuk menggiling padi sebanyak 50 kilogram saja mereka harus menempuh jarak yang sangat jauh. 

Selain jauh, mereka juga terpaksa mengeluarkan biaya transportasi untuk ojek mengangkut padi atau mobil angkutan yang dimiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Silabu sekira Rp50 ribu-100 ribu.

“Petani yang tidak sanggup ke sana cukup menggunakan alat penumbuk padi,” kata Pusuibiat kepada Mentawaikita.com, Rabu (16/1/2019).

Pusuibiat mengatakan, di Silabu pernah ada mesin penggiling padi pada tahun lalu, namun hanya bertahan 3 bulan dipakai kemudian rusak. Ia berharap mesin itu diperbaiki agar petani tidak sulit menggiling padi. 

Menanggapi hal itu, Terman, staf Pemerintahan Desa Silabu mengatakan, gudang dan mesin penggiling sudah lengkap yang dibeli dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Silabu, namun hanya beberapa bulan mesin itu dipakai kemudian tak berfungsi lagi.

Menurut Terman, kemungkinan terjadi kesalahan teknis pemakaian mesin sehingga tidak berfungsi. Saat ini pihaknya mencari teknisi yang paham mengoperasikan mesin tersebut.

“Tentang urusan mesin huller (penggiling) tersebut ada staf desa  yang mengurusnya yaitu saudara Dursen kebetulan tidak hadir saat ini masih di Sikakap,” katanya.

Selain petani di pusat Desa Silabu yang mengalami persoalan itu, petani dari Dusun Tumalei yang juga bagian dari Silabu terpaksa menggiling padi ke Pasapuat atau Mabulau Buggei, Desa Saumanganya, Kecamatan Pagai Utara yang menempuh perjalanan sekira 30 km.

“Kami menempuh perjalanan membawa padi menggunakan sepada motor,” kata Suardi Saogo, warga Tumalei, Kamis (17/1/2019).

Suardi berharap Pemdes Silabu dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mentawai membantu petani mengatasi persoalan penggilingan padi. 

BACA JUGA