Petani Silabu Kewalahan Atasi Hama Tikus

Petani Silabu Kewalahan Atasi Hama Tikus Sawah milik petani di Desa Silabu, Kecamatan Pagai Utara (Foto : Leo/Mentawaikita.com)

SILABU—Petani Silabu, Desa Silabu, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai kewalahan mengatasi hama tikus yang menyerang tanaman padi mereka. Petani yang frustrasi terpaksa tidak lanjut bersawah sebab selalu gagal panen.

Karimuda (32), perani Silabu, Mentawai mengatakan, dirinya berhenti menggarap sawahnya seluas 20 x 100 meter sebab tak bisa mengatasi tikus.

“Sudah saya tinggalkan sejak awal  Desember yang lalu karena saya rugi akibat hama tikus yang tidak dapat saya atasi. Saya telah mencoba berbagai cara, seperti pasang racun tikus dan pasang jerat, juga tidak dapat teratasi hal ini membuat saya tidak semangat mengurusnya atau melanjutkan lagi,” katanya kepada Mentawaikita.com, Rabu (16/1/2019).

Karimuda menyebutkan, akibat hama tikus hasil panen yang dapat tahun lalu hanya 15 kilogram. Hasil ini sangat jauh ketika panen sebelumnya yang mencapai 80-120 kilogram beras sebelum dirusak tikus.

Menurut Karimuda, penyebab tikus merajalela karena penanaman padi yang tak serentak sehingga ketika sebagian padi sudah menguning dan ada yang baru maka padi yang mulai menguning itulah jadi sasaran tikus.

“Dengan pengalaman ini saya untuk sementara tidak melanjutkan garap sawah, sampai ada kebersamaan tanam padi serentak, ada juga sebagian petani masih melanjutkan menggarap sawahnya dan ada juga tidak,” ujarnya.

Di Silabu terdapat 3 titik bersawah yakni Malugub dengan luas lahan sekitar 5 hektar, daerah Ettet sekira 9 hektar dan Ajing sekitar 4 hektar.

Pusuibiat, petani lain hama tikus, burung belibis dan pipit juga menjadi perusak padi milik warga.

“Petani butuh penyuluh pertanian lapangan (PPL)  untuk memberikan solusi untuk bercocok tanam yang baik dan menghasilkan panen yang lumayan dan juga cara mengatasi hama-hama perusak padi,” katanya.

BACA JUGA