Harga Kopra Anjlok, Warga Dusun Surat Aban Tetap Mengolah Kopra

Harga Kopra Anjlok Warga Dusun Surat Aban Tetap Mengolah Kopra (Ilustrasi) Warga Desa Taileleu, Kecamatan Siberut Barat Daya sedang mengolah di kebund kelapannya. (Foto: Rus/mentawaikita.com)

PAGAI SELATAN -Harga kopra anjlok warga Dusun Surat Aban, Desa Bulasat, Kecamatan Pagai Selatan tetap olah kopra. Sebelum natal tahun lalu harga kopra kering Rp6.000 per kilogram, setelah natal dan tahun baru harga kopra turun drastis menjadi Rp1.300 perkilogram dibeli oleh penampung di Dusun Surat Aban.

"Sebelum natal 2018 harga kopra kering Rp6000 perkilogram di Penampung sekarang ini harga kopra kering hanya Rp1.300 perkilogram, walaupun turun harga kopra masyarakat Dusun Surat Aban tetap mengolah kopra," kata Raipen Samaloisa (54), warga Dusun Surat Aban, Sabtu (19/1/2019)

Raipen Samaloisa menyebutkan, warga Dusun Surat Aban ada 142 Kepala Keluarga (KK), setiap kepala keluarga memiliki sekitar lima hektar ladang kelapa. Dalam satu minggu setiap kepala keluarga menghasilkan sekitar 600 kilogram kopra kering.

“Anjloknya harga kopra kering tidak membuat warga berhenti mengolah kopra sebab mengolah kopra merupakan satu-satunya ekonomi masyarakat di Dusun Surat Aban,” katanya.

Piator Sagiaddat (49) lain menjelaskan mengolah kopra merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh masyarakat di Dusun Surat Aban, walaupun harga kopra anjlok sekarang tapi warga Dusun Surat Aban tetap rutin mengolah kopra.

“Harga kopra kering di penampungan Dusun Surat Aban Rp1.300 perkilogram, kalau harga kopra kering di Desa Sikakap sekarang Rp2 ribu per kilogram sampai Rp2.200 per kilogram. Harga kopra tergantung mutu kopra apakah kering sekali atau setengah kering, kalau kering sekali penampung di Desa Sikakap membeli Rp2.200 perkilogram,” katanya.

BACA JUGA