Bupati Mentawai Luncurkan Buku Pelajaran Budaya Mentawai

Bupati Mentawai Luncurkan Buku Pelajaran Budaya Mentawai Murid SDN 12 Muntei Filial Salappa masih belajar tanpa kursi dan fasilitas seadanya. Sekolah ini berada di hulu Sungai Silaoinan, jauh dari pusat kecamatan Siberut Selatan, kabupaten Mentawai (Foto: Ocha Mariadi)

SIKAKAP-Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet meluncurkan bahan ajar muatan lokal budaya Mentawai (Mulok Bumen) untuk tingkat SD, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Senin (2/5/2016).

"Dengan peluncuran ini sekolah tidak ada alasan lagi untuk tidak menerapkan budaya Mentawai di sekolah," katanya.

Bahan ajar muatan lokal yang diluncurkan ini merupakan rumusan dari beberapa kali seminar muatan lokal yang dilakukan Dinas Pendidikan Mentawai bekerjasama dengan Yayasan Citra Mandiri Mentawai (YCMM) serta akademisi.

"Belum sempurna memang namun nantinya ke depan akan kita revisi sesuai dengan kebutuhan," kata Sermon Sakerebau, Kepala Dinas Pendidikan Mentawai.

Semon mengatakan, perjuangan untuk menerapkan muatan lokal budaya Mentawai dimulai sejak 2005 di Siberut Utara. "Prosesnya memang panjang karena kita tidak mau gegabah, jangan sampai apa yang kita tetapkan ini tidak sesuai apa yang kita cita-citakan," katanya.

Pelaksanaannya di seluruh sekolah akan dievaluasi setiap enam bulan. "Untuk tidak menghilangkan arwah dari Bumen ini kita akan mengadakan lomba turuk laggai, titiboan dan kegiatan yang menyangkut budaya", katanya.

Bila nantinya bahan ajar untuk tingkat SD sudah sempurna maka akan dilanjutkan ke tingkat SMP dan SMA.

Sekretaris Dinas Pendidikan Mentawai, Dominikus Saleleubaja mengatakan pelaksanaan muatan lokal budaya Mentawai di sekolah mendapat dukungan dari DPRD Mentawai.

"Dari segi anggaran DPRD sangat mendukung, hanya saja kita di dinas tentu melihat mana yang sangat penting untuk dilakukan dengan anggaran yang ada," katanya.

Dikatakan Domi, penerapan muatan lokal budaya Mentawai ini sudah memiliki payung hukum Peraturan daerah tentang layanan pendidikan dan diturunkan dalam bentuk peraturan bupati. "Buku bahan ajar bumen ini merupakan salah satu implikasi dari Bumen," katanya.

Untuk bahan ajar ini secara simbolis diserahkan bupati kepada lima perwakilan kepala sekolah, diantaranya kepala SDN 18 Pasakiat Taileleu, kepala SDN 01 Sikakap, kepala SDN 18 Saumanganya, kepala SDN 29 Sinakak.

Masing-masing sekolah SD di Mentawai akan mendapat lima buah bahan ajar untuk kelas empat, lima buah untuk kelas lima dan lima buah untuk kelas enam.

(Bambang Sagurung)

BACA JUGA