Puailiggoubat Edisi 392 (15 - 30 September 2018)

Suibi dengan sigap mengambil dedak yang baru saja keluar dari mesin penggilingan padi(huller), sementara tiga pengurus Kelompok Tani Sipoinungnungan tengah sibuk menggiling padi milik Suibi. Ada dua karung isi 50 kg yang sedang digiling hari itu.

Usai digiling, Suibi dibantu temannya segera menimbang beras yang sudah digiling, ada 22 kg hasilnya. Seorang pengurus Keltan lainnya mencatat beras Suibi.

"Ini hasil panen terakhir, kira-kira Mei-Juni kemaren," kata Suibi kepada Puailiggoubat yang datang ke kampungnya di Dusun Sirilanggai, Desa Malancan Kecamatan Siberut Utara Kepulauan Mentawai, Kamis (23/8) lalu.

Panen kali ini hasilnya sangat jauh berkurang dibanding panen sebelumnya pada Desember lalu. Dia hanya mendapat 5 karung padi/gabah kering padahal sebelumnya bisa dua kali lipatnya. Jika dihitung, beras yang dihasilkan selama musim tanam 3 bulan terakhir, sekira 130-an kg.

"Musim tanam terakhir cukup berat karena ada tikus dan hama penggerek pada batang, apalagi tidak ada pendamping pertanian atau penyuluh yang membantu mendampingi," katanya

BACA JUGA