163 KK Warga Sipora Terima Ganti Rugi Tanah untuk Perluasan Bandara Rokot

163 KK Warga Sipora Terima Ganti Rugi Tanah untuk Perluasan Bandara Rokot Warga Sipora Kepulauan Mentawai sedang mengurus pencairan ganti rugi lahan yang terkena perluasan Bandara Rokot. (Foto: Suntoro/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT--Sebanyak 163 Kepala Keluarga (KK) warga Dusun Rokot Desa Matobe, Kecamatan Sipora Selatan Kepulauan Mentawai menerima pembayaran uang ganti kerugian tanah, tanaman dan bangunan untuk pembangunan perluasan Bandar Udara Rokot, Kamis (10/1/2019).

Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kortanius Sabeleake, mengatakan bahwa perluasan Bandara Udara Rokot akan dilaksanakan tahun ini. “Lahannya akan kita eksekusi tahun ini, dan anggarannya sudah ada sekitar Rp20 miliar lebih untuk perluasan Bandara Rokot, karena kita ingin cepatlah membangun itu,” kata Kortanius pada Kamis (10/1/2019) saat ditanya.

Ia juga menyampaikan bahwa MV. Mentawai Fast saja baru beberapa tahun sudah bisa berkembang dengan cepat. Selain itu jika nanti ini sudah berjalan dengan baik maka Mentawai Fast akan diminta untuk melayani antar pulau, sehingga konektivitas antar pulau bisa bergerak cepat, disamping juga sedang membangun trans Mentawai.

“Karena kita daerah pariwisata tentu transportasi menjadi yang utama, harus kita dorong, harus kita tingkatkan, termasuk layanan. Kita juga berterima kasih kepada masyarakat, meskipun sudah lama namun sudah mulai bekerjalah tim kita, teman-teman,” lanjutnya.

Ia menambahkan, tidak ada tindakan anarkis dan semua berjalan dengan baik berkat kerja sama camat, pemerintah desa dan semua elemen masyarakat berperan meyakinkan semuanya untuk membangun Bandara Rokot.

Secara menanisme sudah berjalan, Kortanius mengatakan saat ini memberi waktu selama 14 hari ke depan, bagi yang mau mengambil ganti ruginya silakan, dan bagi yang tidak akan dititip ke pengadilan, jadi masyarakat langsung berurusan dengan pengadilan.

“Saya berharap kepada masyarakat tidak usah ditunggu di pengadilan, karena kalau di pengadilan ini pasti akan lebih rumit, akan lebih sulit, karena ini pembangunan nasional walaupun ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai, jadi tidak ada lagi hambatan hukum jadi itu tahapan - tahapan untuk kita laksanakan eksekusi pembangunannya,” kata Korta.

Sementara untuk ganti rugi sendiri sesuai dengan kondisi tanah, lahan dan tanaman warga, misalnya jika berawa atau ada sawahnya maka harga per meternya beda-beda, jika ada tanaman tua maka harganya juga berbeda. Namun harga paling rendah per meter Rp5.000.

Anggaran pembangunan pelebaran Bandar Udara Rokot berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan dana multi years. Rehab terminal memakan biaya Rp14 miliar.

Sementara untuk anggaran APBD tergantung dengan tim appraisal yang mengukur luas lahan dan berapa biayanya maka Pemerintah Daerah Mentawai siap membayarnya. Korta juga berharap dua atau tiga tahun kedepan semuanya sudah siap baik fasilitas maupun bandaranya. 

BACA JUGA