Penampung Tak Ada, Warga Tubeket Belum Panen Getah Karet

Penampung Tak Ada Warga Tubeket Belum Panen Getah Karet Mantan Camat Sikakap Happy Nurdiana membagikan bibit karet kepada kelompok karet Keret Baga Desa Matobe Kecamatan Sikakap. ( Foto : dok. kelompok Keret Baga)

PAGAI SELATAN—Warga Dusun Tubeket, Desa Makalo, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai belum memanen batang karet miliknya yang berjumlah ribuan batang sebab belum ada penampung yang membeli getah tersebut. 

Karet di Dusun Tubeket sudah ditanam sejak tahun 1990, rata-rata tiap kepala keluarga menanam karet sebanyak 150 batang dengan jumlah KK di dusun itu sebanyak 45.

"Bibit karet tersebut bantuan dari Pak H Usman, jumlah batang karet yang sudah besar sekarang ada sekitar 5.000 batang, karena tidak ada penampung getah karet sekarang ini tidak ada petani karet yang mengolah karet," kata Firman (42), petani karet Dusun Tubeket, Desa Makalo, Kecamatan Pagai Selatan kepada Mentawaikita.com, Rabu (9/1/2019).

Firman menyebutkan, karet yang ada di Dusun Tubeket sudah berumur sekitar 18 tahun. karena tidak diolah sekarang ini batang karet tersebut tidak terurus. Di sekitar batang karet sekarang ini sudah banyak ditumbuhi semak dan akar-akar kayu.

Terakhir masyarakat mengolah karetnya, kata Firman sekitar tahun 2000, waktu itu dalam satu minggu hasil getah karet yang didapat olah masyarakat 200 kg-300 kg dengan harga Rp5.000 per kg di Mentawai.

“Waktu itu saya sendiri yang menampung hasil karet masyarakat Dusun Tubeket, karet tersebut saya jual ke penampung di Desa Sikakap dengan harga sekitar Rp8.000 per kilogram, sekarang saya tidak menampung hasil karet masyarakat lagi karena harga karet tidak menentu,” ujar Firman.

Ajali (45), petani karet di Tubeket, Mentawai mengatakan, batang karet di Dusun Tubeket sangat banyak sekali. 

“Karena tidak ada penampung getah karet di Dusun Tubeket akibatnya sekarang ini petani batang karet malas untuk mengolah getah karet, akibatnya ribuan batang karet sekarang dibiarkan saja bisa dikatakan tidak diurus lagi,” katanya


BACA JUGA