Kelompok KJA Musara Dusun Makalo Belum Gunakan Keramba Dari DKP Sumbar

Kelompok KJA Musara Dusun Makalo Belum Gunakan Keramba Dari DKP Sumbar Keramba jaring apung milik nelayan Sikakap (Foto : Supri/mentawaikita.com)

PAGAI SELATAN—Kelompok Jaring Apung (KJA) Musara, Dusun Makalo, Desa Makalo. Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai belum memasang bantuan jaring keramba apung yang diberikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat sebab tidak ada bibit ikan yang akan dipelihara. Mereka meminta pemerintah memberikan bibit ikan kerapu.

KJA Musara beranggotakan 10 orang mendapat bantuan keramba HDPE sebanyak 8 lubang dari  DKP pada tahun 2015.

Ketua kelompok KJA Musara, Ajali Zalukhu mengatakan, bantuan keramba itu tidak disertai dengan pemberian bibit ikan.“Tahun 2015 Kelompok Keramba Jaring Apung (KJA) Musara Dusun Makalo. Desa Makalo. Kecamatan Pagai Selatan mendapatkan bantuan keramba HPDE sebanyak 8 lubang, bantuan keramba dapat tapi bantuan bibit kerapu tidak dapat," katanya kepada Mentawaikita.com, Rabu (9/1/2019). 

Selain mendapatkan jaring waring, kelompok KJA Musara juga mendapatkan pelatihan dari DKP Sumbar dan Kementerian Perikanan dan Kelautan cara budidaya kerapu.

Ajali menyebutkan, jaring keramba itu belum mereka pasang sebab tidak ada bibit ikan yang bisa dipelihara. Waring tersebut sampai sekarang masih disimpan dalam gudang.

“Harapan kami kelompok KJA Musara Dusun Makalo agar pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kementerian Kelautan dan Perikanan agar dapat memberikan bantuan bibit kerapu supaya keramba HDPE dalam digunakan," katanya.

BACA JUGA