Pendemo Minta Kepala BKD Mentawai Dicopot

Pendemo Minta Kepala BKD Mentawai Dicopot Rinaldi, Kepala BKD Mentawai (dua dari kanan) menerima kedatangan pengunjuk rasa di halaman kantor BKD Mentawai. (foto: patrisius/mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Selain menuntut Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai segera melakukan pembayaran utang proyek pada 2017-2018, kontraktor yang melakukan unjuk rasa di depan Kantor Badan Keuangan Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada Selasa (8/1/)  juga meminta Bupati Mentawai mencopot Rinaldi dari jabatan Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai.

“Kita tetap minta Bupati mencopot Rinaldi dari jabatannya, kita sebagai kontraktor sangat kecewa, kita sudah melakukan kewajiban kita, tapi utang tidak dibayarkan, tidak layak dia (Rinaldi) jadi kepala BKD Mentawai,” kata Simon Lajira Ketua Forum Komunikasi Pengusaha Jasa Kontruksi Mentawai (Forkompi) pada Selasa, (8/1/2019).

Berita Terkait:

Menunggak Dana Proyek Rp15,7 Miliar, Pemda Mentawai Didemo Kontraktor

Menanggapi seruan dari pengunjuk rasa tersebut saat dikonfirmasi secara terpisah kepada Rinaldi usai dialog, pihaknya tak menanggapi serius. “Kalau saya dicopot nanti tidak cair uangnya,” kata Rinaldi sambil bergurau. 

Pada hari ini Kontraktor yang tergabung dalam organisasi Forum Komunikasi Pengusaha Jasa Kontruksi Mentawai (Forkompi) meminta Pemda Mentawai segera membayar utang kepada kontraktor yang menunggak sejak 2017 lalu hingga 2018 sekira senilai Rp15,7 miliar.

RALAT

Pada berita sebelumnya Forum Komunikasi Pengusaha Jasa Kontruksi Mentawai (Forkompi) menyebutkan utang Pemda Mentawai kepada kontraktor yang menunggak sejak 2017 lalu hingga 2018 sekira senilai Rp349,9 miliar yang terinci utang 2017 senilai Rp328,2 miliar dan utang Pemda Mentawai pada 2018 senilai Rp15,7 miliar.

Berita sebelumnya berjudul "Utang Menunggak Ratusan Miliar, Kontraktor Demo Pemda Mentawai", judul berita itu kemudian diubah menjadi " Menunggak Dana Proyek Rp15,7 Miliar, Pemda Mentawai Didemo Kontraktor"

Pengubahan judul berita disesuaikan dengan klarifikasi data yang disampaikan kembali oleh Ketua  Forum Komunikasi Pengusaha Jasa Kontruksi Mentawai (Forkompi) Simon Lajira dengan menyebutkan jumlah utang Pemda Mentawai hanya senilai Rp15,7 miliar seperti jumlah yang dituliskan pada berita di atas. 

Klarifikasi lengkapnya seperti di bawah ini: 


Simon Lajira, penanggung jawab aksi unjuk rasa yang dilakukan kontraktor menuntut Pemda Mentawai membayar utang proyek yang belum terbayarkan pada Selasa, (8/1/2019) mengklarifikasi data angka utang Pemda Mentawai yang disebutkan pada berita sebelumnya keliru.

“Saya mau klarifikasi data angka utang Pemda Mentawai Rp328,2 miliar yang saya sampaikan sebelumnya itu keliru itu tidak ada, mohon maaf terjadi kesalahan penyebutan angka yang benarnya itu Rp15,7 miliar, mohon diralat yang saya sebut tadi,” kata Lajira mengklarifikasi pada Selasa, (8/1/2019).

Miko Siregar, Inspektur Inspektorat juga membantah angka utang hingga ratusan miliaran itu tidak benar. “Dari mana dapat data itu, data itu tidak benar, ini sudah terjadi kesalahan, data akurat itu bisa tanya BKD Mentawai,” jelas Miko.

 

BACA JUGA