Guru SMAN 1 Siberut Utara Tak Lengkap, PBM Terganggu

Guru SMAN 1 Siberut Utara Tak Lengkap PBM Terganggu Siswa SMPN 1 Siberut Utara membersihkan lingkungan sekolah yang baru. (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Karena guru yang hadir di SMAN 1 Siberut Utara belum lengkap meski ketetapan masuk sekolah Kamis, 3 Januari 2019 namun hingga Senin, 7 Januari, guru belum lengkap proses belajar mengajar jadi terganggu. Hal ini dikatakan wakil kurikukum SMAN 1 Siberut Utara, Rizaldi.

"Kehadiran guru baru 70 persen dan yang tidak hadir umumnya ASN, " katanya pada Mentawaikita.com, Senin, 7 Januari 2019.

Lebihlanjut dikatakan Rizaldi, ketidakhadiran guru dengan alasan karena membawa kendaraan sepeda motor yang hanya bisa dibawa dengan kapal penyeberangan seperti KMP. Gambolo. Sementara jadwal masuk KMP. Gambolo di Sikabaluan dari Padang baru hari Selasa, 8 Januari 2019.

"Kita sudah sampai kepada guru yang belum datang agar besok sudah hadir karena hari ini ada kapal besar berangkat dari Padang dan tiba di Sikabaluan besok pagi, " katanya.

Untuk proses belajar mengajar pada semester genap, dikatakan Rizaldi sudah dapat dilakukan satu shif karena dua lokal baru bantuan dari Direktorat Pembinaan SMA tahun 2018 sebanyak dua lokal sudah langsung digunakan.."Bagi guru yang hadir dan sudah jadwalnya mengajar sudah melakukan proses belajar mengajar, " katanya.

Berbeda dengan SMPN 1 Siberut Utara yang berada dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mentawai, sesuai jadwal masuk sekolah 7 Januari 2019 guru yang hadir lebih dari 90 persen. "Yang belum hadir itu sedang ada urusan dan pemberkasan CPNS, " kata Elias La'ia kepala SMPN 1 Siberut Utara.

Proses belajar mengajar belum dapat dilakukan di hari pertama masuk sekolah karena sedang dalam proses memindahkan mebeler sekolah dari sekolah lama yang terletak di Muara Sikabaluan ke SMPN 1 Siberut Utara yang baru yang terletak di jalan Sikabaluan-Monganpoula.

"Selain mengangkat mebeler juga kita pembersihan lingkungan sekolah karena masih banyak kayu bekas pembangunan kemaren dan pembabatan rumput, " katanya.

Di SMPN 1 Siberut Utara yang baru proses belajar mengajar akan dilakukan satu shif dengan jumlah 15 rombongan belajar. "Lokal sudah cukup meski memakai mebeler dari sekolah lama, " katanya.

BACA JUGA