Gempa M 5.8 di Bengkulu, Warga Sikakap Lari Keluar Rumah

Gempa M 58 di Bengkulu Warga Sikakap Lari Keluar Rumah Peta episentrum gempa. (BMKG)

SIKAKAP--Warga Desa Sikakap Kepulauan Mentawai berlarian keluar rumah akibat guncangan gempa M 5.8, Minggu (30/12) yang berpusat di Rejang Lebong, Bengkulu. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M 5,7 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M 5,8.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,79 LS dan 102,21 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 39 km arah utara Kota Tubei, Kabupaten Lebong, Propinsi Bengkulu pada kedalaman 164 km.

"Tadi terjadi gempa sekitar pukul 15.39 WIB, kuat terasanya, bahkan saya sempat lari keluar rumah," kata Marni (56), warga Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai sesaat setelah gempa.

Sulaiman (62) warga lain mengatakan, sesaat gempa berguncang, banyak warga lari keluar rumah. “Sekarang ini warga sudah kembali lagi masuk ke rumah dan duduk-duduk di teras rumah, dan aktivitas sudah seperti biasa,” katanya.

Dari rilis Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Benioff yaitu zona subduksi lempeng yang memiliki sudut tunjaman yang relatif tajam di bawah lempeng Eurasia.

Zona ini dimulai dari lepas pantai di sebelah barat Sumatra hingga terus menukik ke arah timur hingga ke bawah daratan pulau Sumatra. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran sesar oblique cenderung turun (oblique normal).



BACA JUGA