Warga Huntap Sabeuguggung Minta PLN Nyalakan Listrik

Warga Huntap Sabeuguggung Minta PLN Nyalakan Listrik Huntap Sabeuguggung yang telah memiliki jaringan listrik tapi belum menyala

SABEUGUGGUNG Warga hunian tetap (huntap ) Sabeuguggung yang bermukim di KM 14 Desa Betumonga, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyalakan listrik.

Tiang PLN dan instalasi listrik telah dibangun sejak 2016 oleh kontraktor namun sampai sekarang belum menyala. Pusat PLN bertenaga diesel tersebut berada perbatasan  Maguiruk-Silabu.

Leisa Samaloisa (44), salah satu warga Sabeuguggung mengatakan, tinggal sabeuguggung yang listriknya belum menyala. Sementara daerah huntap laiin yang menjadi korban tsunami Mentawai 2010 yang instalasi listriknya dibangun pada 2015 telah menyala.

Listrik yang menyala meliputi wilayah Dusun Bulak Monga KM 6, Muntei KM 8 dan di Dusun Baru-baru KM 10.

“Tetapi sambungan jaringan dari dusun Baru-baru KM 10perbatasan Maguiruk Silabu sekira 200 huntap belum, warga  menunggu kapan dinyalakan jaringan PLN tersebut,” kata Leysa kepada Mentawaikita.com, Minggu (9/12/2018).

Jaringan listrik yang ada di Sabeuguggung dibangun kontraktor yang bermitra dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPD) Mentawai.

“Hingga saat ini sudah dua tahun belum juga dinyalakan,warga semua di huntap menunggu kapan dinyalakan listrik tersebut oleh pihak PLN,” ujarnya.

Selain di Sabeuguggung, warga huntap yang tinggal di Mabulau Buggei, Pasapuat dan Beubukku Desa Saumanganya, Kecamatan Pagai Utara yang dihuni sekira 190 kepala keluarga juga belum menyala.

Padahal, kata Frans Harlan, jaringan listrik di daerah tersebut telah dibangun sejak 2015.

,sekira 190 huntap belum ada penerangan bantuan dari  Pemerintah sejak 2015 ,sudah tiga  tahun kata Frans Harlan Tasilipet pad MentawaiKita.com Senin 10 Desember.

“Semua  rumah sudah diberi nomor oleh konsultan perencana dan juga sudah survei lokasi beberapa tahun yang lalu, informasi direncanakan   dibangun penerangan tenaga surya, tetapi tidak kunjung ada, hunian tetap dan rumah khusus penerangannya masih pakai lampu teplok,” kata Frans, Senin (10/12/2018).

Frans menyebutkan, kondisi tersebut berbeda dengan huntap di Dusun Mapinang Utara, Desa Saumanganya yang dihuni sekira 59 kepala keluarga.

Di Dusun Mapinang Utara telah ada penerangan tenaga surya yang dibangun oleh BPBD Mentawai pada 2017

BACA JUGA