400 Keluarga di Matobe Belum Menikmati Air Bersih dari Pamsimas

400 Keluarga di Matobe Belum Menikmati Air Bersih dari Pamsimas Seorang anak Dusun Panatarat, Desa Matobe mengambil air bersih yang dibangun Pamsimas

MATOBE—Warga Desa Matobe, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai meminta kepada Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Kepulauan Mentawai membangun fasilitas air bersih melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) sebanyak 3 titik di desa itu.

Kepala Desa Matobe, Silvanus mengatakan, desanya terdiri dari 12 dusun yakni Polaga, Mangaungau, Bubugra, Bubuakat, Sarere, Keleuk, Matobe Tunang, Makilat dan Matobe Takmonga, Seppungan, Panatarat dan dusun Makukuet.

Dari 12 dusun tersebut dapat dibangun Pamsimas Mentawai sebanyak 3 titik yakni titik pertama meliputi 8 dusun yang berpusat di Polaga, kemudian titik kedua meliputi 4 dusun yakni Bub Bubuakat, Bubugra, Sarere, Keleuk dan titik ketiga meliputi Matobe Tunang, Makilat dan dusun Takmonga.

Tahun yang lalu Pamsimas di bangun di dusun Mangaungau dan 2018 ada dua lagi di bangun di  Dusun Panatarat dan Dusun Seppungan yang anggaran bersumber APBD dan APBN, melihat kondisi sulitnya warga mendapat air bersih, air hujan menjadi air minum, cuci  dan mandi dan juga warga mandi di sungai air minum di ambil di mata air sekira 400-600  meter dan ada juga warga mengonsumsi air  sumur,” kata Silvanus kepada Mentawaikita.com, Senin (10/12/2018).

Menurut Silvanus sumber mata air  berjarak 700 -1000 meter di Bubuakat dan Sarere, di Polaga sekira 1,5 km dan di Matobe Tunang sekira 2 km. jika dibangun, sumber air itu akan melayani sebanyak 400 kepala keluarga.

Jika Pemkab Mentawai membangun pamsimas dengan sistem grafitasi di tiga titik terlalu jauh hingga 5 km sebab letak pemukiman lebih tinggi dibanding sumber air.

“Yang cocoknya  dibangun sistim pompa dengan listrik tenaga surya, supaya hemat bahan bakar minyak (BBM), tidak dengan mesin pompa yang banyak perawatan dan bahan bakar ujarnya.

Pemerintahnya, kata Silvanus siap memberikan dana talangan sebanyak 10 persen atau sekira Rp105 juta dari APBDes untuk membangun tiga titik Pamsimas yang baru seperti yang sebelumnya mereka lakukan untuk Dusun Mangaungau, Seppungan dan Panatarat

Rojali Sakerebau (49), warga Panatarat mengatakan, akgir Oktober air sudah ada di depan rumah yang di bangun oleh Pamsimas melayani 31 rumah.

“Kami sudah tidak sulit lagi mendapatkan air bersih dan berterima kasih  kepada Program Pamsimas, pada 2007 kami susah mendapatkan air bersih, air hujan menjadi air minum dan juga mengangkut air ke jurang sekira 200 meter di sumur, sebab pemukiman warga berada di lokasi ketinggian, kini air mudah didapat sebab kran air berada di depan rumah masing-masing” ujarnya. 

BACA JUGA