Inilah Penyebab Petani Pinairuk Mengolah Pinang

Inilah Penyebab Petani Pinairuk Mengolah Pinang Warga Pinairuk, Desa Saumanganya, Kecamatan Pagai Utara mengolah pinang di rumahnya (Foto : Leo/mentawaikita.com)

PINAIRUKPinang menjadi sumber alternatif pendapatan warga di Dusun Pinairuk, Desa Saumanganyak, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai setelah pala, petai, jengkol, cengkeh dan kelapa.

Dionius, salah seorang warga Pinairuk mengatakan, dirinya mempunyai 70 batang. Setiap minggu dia menghasilkan 20-25 kilogram pinang kering. “Kadang dua minggu saya kumpulkan mencapai 40-50 kilogram, saya menjualnya ke Sikakap naik sepeda motor sejauh 50 kilometer, harga pinang kadang naik dan kadang turun tergantung harga penampung di Sikakap” kata Dion kepada Mentawaikita.com, Selasa (4/12/2018).

Dionius mengatakan, akhir November yang lalu harga beli pinang di Sikakap Rp10 ribu per kg. namun harga tersebut fluktuatif, ada kalanya tiba-tiba turun yakni Rp6 ribu-7 ribu malah sampai Rp3 ribu per kg. Penurunan dan kenaikan harga yang tiba-tiba sering terjadi di pasar lokal Mentawai.

”Menurut saya tergantung nasib lagi jika kebetulan  bawa ke Sikakap harga mahal dan juga murah tetap dijual karena kebutuhan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Menurut Dionisius, warga di Pinairuk sebagian besar berkonsentrasi mengolah pinang daripada kelapa. Hal itu dipengaruhi harga kopra yang anjlok sejak April lalu. Meski terkadang harga pinang turun, namun modal yang dikeluarkan untuk mengolahnya tidak banyak. Bahkan sambil duduk santai di beranda rumah mereka membelah pinang untuk mengeluarkan isinya untuk dijemur kemudian.

Dionius mendapat uang hingga Rp2 juta dari hasil penjualan pinang selama November. Menurutnya penghasilan itu mampu menutupi sebagian besar kebutuhan keluarga. Hasil yang baik memompa semangat Dionisius menambah pinangnya dari 100 batang dan 500 batang.

Salbator Sababalat, petani lain menyebutkan, pinang salah satu sumber ekonomi rumah tangga yang diolah rutin setiap hari. Menurutnya mengolah pinang dapat dilakukan saat waktu senggang.

“Harapan kami petani pinang agar ada kontrol harga pasaran oleh pihak terkait Pemerintah Daerah Mentawai karena selalu harganya naik turun apalagi jika memasuki perayaan Natal kecenderungan harga anjlok,” ujar Salbator. 

BACA JUGA