Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako Mulai Naik di Sikakap

Jelang Natal dan Tahun Baru Harga Sembako Mulai Naik di Sikakap Hen Tamar, pedagang sembako di Sikakap sedang melayani pembeli. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)
SIKAKAP—Menjelang Natal, harga sejumlah bahan makanan pokok di Kecamatan Sikakap Kepulauan Mentawai mulai merangkak naik. Kenaikan harga dipicu meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang perayaan hari besar keagamaan umat Kristiani ini dan terbatasnya pasokan dari Padang.

Bahan pokok yang mulai merangkak naik itu yakni cabai merah dan bawang prei yang naik Rp2 ribu per kg, tomat, kol dan kentang Rp1.000 per kg, Rp35 ribu perkilogram naik menjadi Rp37 ribu perkilogram. Daun seledri dan jahe kenaikannya lebih tinggi, Rp5.000 per kg. Telur ayam juga naik Rp2.000 per tray karton. Sementara beras naik Rp1.000 per kg. Sementara bahan pokok dan rempah-rempah yang tidak mengalami kenaikan yakni kunyit, bawang merah, bawang putih  buncis, minyak goreng curah dan gula.

Hen Tamar, pedagang sembako di Desa Sikakap, mengatakan harga naik menjelang Natal dan tahun baru dan hari besar keagamaan lainnya terus terjadi setiap tahun, hal ini disebabkan karena stok bahan pokok di Padang mulai berkurang. Semua bahan pokok yang dijual ini semua didatangkan dua kali seminggu dari Padang.

Akibat kenaikan harga bahan pokok membuat, Hen tamar mengaku pendapatannya juga berkurang karena daya beli masyarakat juga turun. “Biasanya sehari dapat Rp2 juta sekarang Rp1 juta,” kata Hen, Senin (10/12).

Novi (35), ibu rumah tangga, mengatakan belanja bahan pokok  saat ini bikin pusing, sebab ada beberapa bahan pokok telah naik, seperti cabai. Ia jadi harus bersiasat agar dapur tetap mengebul. "Harapan kami para ibu-ibu, setelah Natal dan tahun baru agar bahan pokok kembali turun,” katanya.

BACA JUGA