Jelang Natal Harga Pinang Anjlok di Sikakap

Jelang Natal Harga Pinang Anjlok di Sikakap Pinang milik Rusli yang dijemur di tepi jalan di Sikakap (Foto : Supri/mentawaikita.com)

SIKAKAP—Menjelang Natal dan Tahun Baru yang mendorong peningkatan kebutuhan untuk perayaan keagamaan itu, harga jual pinang justru anjlok di Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap.

Pada penghujung November harga pinang masih berkisar Rp10 ribu per kilogram namun memasuki Desember harga menjadi Rp8 ribu per kg.

“Sekarang ini harga pinang yang separuh kering bisa kita beli Rp8 ribu per kilogram, kalau yang sudah kering betul baru dibeli Rp10 ribu perkilogram," kata Rusli, penampung pinang kering di Desa Sikakap, Jumat (7/12/2018).

Rusli menyebutkan, turunnya harga pinang menjelang Natal dan Tahun Baru disebabkan penampung pinang di Padang banyak yang tutup. “Lalu sekarang masih bisa kita beli Rp8 ribu per kilogram yang separuh kering, tapi satu minggu menjelang Natal dan Tahun Baru bisa jadi harga pinang akan turun lagi,” ujarnya.

Pinang yang separuh kering akan dijemur lagi oleh Rusli hingga kering betul, setelah baru kita jual ke penampung di Padang. Pinang yang dibeli dari masyarakat akan ditumpuk di gudang, biasanya pinang itu dijual setelah mencapai 1 ton.

Rahma, salah seorang warga menyebutkan, penurunan harga pinang terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru.”Harapan kami setelah Natal dan Tahun Baru ini hendaknya harga pinang kembali naik," katanya

BACA JUGA