Warga Huntap Asahan Butuh Jalan ke Pemukiman Lama

Warga Huntap Asahan Butuh Jalan ke Pemukiman Lama Salah satu jembatan di Pagai Selatan. (foto: leo/mentawaikita.com)

PAGAI SELATAN-Warga hunian tetap yang direlokasi usai tsunami 2010 di Dusun Asahan Desa Bulasat Kecamatan Pagai Selatan Kepulauan Mentawai  membutuhkan ke pemukiman lama untuk akses ekonomi. Dulu, jalan sudah dibuka perusahaan kayu sepanjang 7 km namun kini kondisinya rusak, termasuk jembatan kayu yang ada, lapuk dan mulai putus.

Padahal jalan itu merupakan akses warga ke pemukiman lama dimana kebun dan perladangan mereka berada. Biasanya, warga berjalan kaki ke kampung lama tiap Senin dan kembali Sabtu ke lokasi kampung baru di huntap.

Jelisman (37), salah seorang warga Asahan mengatakan, ia dan warga yang kini bermukim di kampung baru sulit menembus kampung lama karena tidak bisa dilewati sepeda motor akibat jembatan putus.

"Sebab sumber ekonomi kami masih tergantung di pemukiman lama seperti mengolah kelapa, cengkeh, pinang, keladi dan mencari ikan dan udang lobster, rutinitas warga Senin berangkat dan pulang lagi ke pemukiman di huntap Sabtu,” ujarnya .

Saat ini, warga yang tinggal di huntap sulit mengembangkan ekonominya di pemukiman baru karena ladang ada di pemukiman lama. “Kami berharap Pemerintah Daerah Mentawai membangun jalan ke pemukiman lama dan juga jembatannya, jalannya  walau hanya diterobos dan ditimbun karang saja sudah bagus dan jembatannya juga kayu balok pun sudah dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua dan mobil angkut hasil bumi,” ujarnya.

Rusmi, warga Asahan lainnya mengaku tiap minggu berangkat ke kampung lama yang berada di epsisir pantai untuk mencari lobster. “Kami banyak habiskan waktu dan tenaga melintas jalan ke pemukiman lama, Dinas PUPR Mentawai membangun jalan memilih-milih tempat, menganak tirikan dan tidak urgen dengan situasi masyarakat di huntap  dan juga kami cemburu kepada dusun-dusun lain yang sudah dibuka jalan ke pemukiman dari simpang jalan poros Pagai Selatan seperti dusun Parabatu,Talokpulei, Bulasat, Malakopa dan Matobat,” kata Rusmi. 

BACA JUGA