Pustu Matobat Butuh Fasilitas dan Alat Medis

Pustu Matobat Butuh Fasilitas dan Alat Medis Ilustrasi (Puskemas di Malakoppa Kecamatan Pagai Selatan)

MATOBAT-Puskesmas Pembantu (Pustu) Dusun Matobat Desa Sinaka Kecamatan Pagai Selatan Kepulauan Mentawai membutuhkan fasilitas ranjang periksa pasien dan alat-alat medis. Pustu Matobat dibangun oleh Pemerintah Daerah Kepulauan Mentawai 2017 yang belum ada fasilitas pustu dan  alat-alat medis .

Dirtison Saogo, salah seorang tenaga kesehatan di Pustu Matobat menjelaskan, gedung pustu di Matobat lumayan bagus namun fasilitasnya belum ada berupa ranjang periksa pasien, bangku panjang untuk pasien, kursi dan meja, dan alat-alat medis lainnya seperti tabung oksigen.

Dirtison menyatakan saat ini pustu membutuhkan tiga ranjang pasien untuk ruang periksa ibu hamil, ranjang pasien umum dan lanjut usia. Ranjang periksa itu juga bisa dimanfaatkan untuk tempat inap pasien yang butuh mendesak misalnya berasal dari dusun lain.

“Sebab pasien tidak semua berasal dari Dusun Matobat tetapi ada juga dari Boriai, Sinaka, Korit Buah dan Dusun Matotonan, kalau pasien warga Matobat, jika urgen bisa diperiksa di rumah mereka saja, tapi yang pasien dari tempat lain tentu di pustu, hal ini membuat kami kewalahan jika ada pasien yang butuh perawatan urgen dan butuh inap,” jelasnya.

Saat ini, pustu meminjam satu unit ranjang pasien dan satu unit meja milik Dirtison, dan  satu lagi meja dipinjam dari SDN 29 Sinaka. Sementara empat kursi yang ada dipinjam dari kantor desa.

Selain meja periksa, pustu membutuhkan empat unit meja, 10 kursi, lemari obat, tabung oksigen, portus set, tensimeter dan stateskop. “Tabung oksigen masih milik saya yang dipakai saat ini oksigennya sudah habis,  alat medis lainnya masih milik saya, hal ini sudah disampaikan kondisi pustu yang butuh fasilitas yang dudah disampaikan beberapa bulan yang lalu  pimpinan  Puskesmas Bulasat dan Kepala Dinas Kesehatan Mentawai. Ia berharap semua bisa teralisasi tahun depan.

Hendriyanti, petugas di pustu juga mengatakan, tabung oksigen juga butuh ada di pustu sebab pasien butuh sewaktu-waktu seperti ibu hamil sesak napas dan lainnya, kondisi geografis jauh dari puskesmas sehingga pustu butuh fasilitas cukup.

Selain fasilitas pustu, petugas medis juga membutuhkan kendaraan operasional berupa sepeda motor. “Kami butuh sepeda motor untuk menjemput obat-obatan maupun kepentingan rapat dan koordinasi ke Puskesmas Bulasat.  Pengalaman yang pernah terjadi, jika pasien dirujuk ataupun ada pasien butuh obat yang habis di pustu tentu jemput ke Puskesmas Bulasat dengan jarak tempuh sekira 20 km , dengan keadaan jalan rusak dan bersemak, jika kendaraan dipinjam kepada warga atau kepada pasien rentan risiko kerusakan,” jelas Hendriyanti.

Dirtison juga mengungkap hal sama, sebab tiap bulan ada rapat rutin ke Puskesmas di Bulasat. “Selama tiga tahun saya bertugas di wilayah Desa Sinaka belum ada kendaraan dinas sebagai transportasi pelayan kesehatan kepada masyarakat ,yang saya pakai adalah sepeda motor di pinjam sama orang tua ujarnya. 

BACA JUGA