Beberapa Guru di Pagai Dukung Rencana Kemendikbud Hidupkan Pelajaran PMP

Beberapa Guru di Pagai Dukung Rencana Kemendikbud Hidupkan Pelajaran PMP Siswa SMAN 1 Pagai Utara, Kecamatan Pagai Utara mengikuti ujian semester, Senin, 3 Desember 2018 (Foto : Supri/mentawaikita.com)

SIKAKAP—Wacana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang ingin menghidupkan kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) di sekolah disambut  positif oleh beberapa guru  di daerah Pagai, Kabupaten Kepulauan Mentawai. 

Bahkan guru berpandangan hilangnya rasa kesatuan dan moral generasi muda hal ini disebabkan karena mata pelajaran PMP tidak lagi diajarkan di sekolah-sekolah. Mencermati hal itu pihak guru minta Kemendikbud RI memasukkan PMP sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah.

"Mata pelajaran PMP perlu dihidupkan kembali di setiap sekolah, karena tidak diajarkan PMP sekarang ini rasa kecintaan generasi muda terhadap tanah airnya sudah mulai berkurang, begitu juga masalah moral sudah mulai hilang,” kata Kepala SMAN 1 Pagai Utara, Nofik Afriko, Senin (3/12/2018).

Nofik Afriko menyebutkan, dulu zaman dia masih bersekolah, siswa SMP dan SMA diwajibkan mengikuti penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) selama satu minggu. Selama P4 siswa diajarkan tentang pengenalan lingkungan sekolah, pengenalan baris berbaris, dan mata pelajaran PMP sebagai bekal menumbuhkan rasa kecintaan terhadap tanah air.

“Mata pelajaran PMP juga diajarkan di sekolah setiap minggunya, paling tidak 2 jam setiap minggunya. Di sekolah sekarang memang diajarkan Pendidikan Kewarganegaraan tapi tidak sama dengan mata pelajaran PMP,” ujarnya.

Senada dengan Nofik Afriko, Kepala SDN 26 Taikako Suharda juga mendukung Kemendikbud menghidupkan kembali mata pelajaran PMP di setiap sekolah,

“Tidak diajarkan mata pelajaran PMP di sekolah berpengaruh besar sekali terhadap moral siswa buktinya sekarang ini siswa tidak takut lagi kepada guru dan banyak siswa yang putus sekolah akibat pergaulan bebas, lebih parahnya lagi banyak generasi muda yang lupa dengan butir-butir Pancasila kalau hal ini terus dibiarkan saya yakin generasi muda Indonesia tidak akan cinta lagi dengan negaranya,” jelasnya.

Sekolah, kata Suharda merupakan salah satu tempat memupuk rasa kecintaan generasi muda terhadap negara, pendidikan PMP harus diajarkan kembali di sekolah-sekolah mulai SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi agar generasi muda tahu arti dari Pancasila itu.

BACA JUGA