Petani Matobat Budidaya Jengkol dan Pisang

Petani  Matobat Budidaya Jengkol dan Pisang Kebun pisang dan sawah milik warga Matobat, Desa Sinaka (Foto : Leo/mentawaikita.com)

MATOBATPetani Dusun Matobat, Desa Sinaka, Kecamatan Pagai Selatan Kepulauan Mentawai mulai serius membudidayakan penanaman jengkol dan pisang di kampungnya.

Parlin Saogo (43), salah seorang warga Matobat mengatakan, petani saat ini sedang bersemangat memperluas lahan garapannya untuk menanam jengkol dan pisang. Menurut Parlin, kedua tanaman ini memiliki prospek yang baru di masa depan. Jengkol biasaanya akan mulai panen jika sudah berumur 4-5 tahun sementara pisang sekira 8-12 bulan.

"Jengkol yang saya kembangkan saat ini sudah mencapai 300 ratus batang, saya memulai menanam 2012 - sekarang, pada awalnya saya tanam hanya sekira 20 batang, dan setiap bulan saya tambah terus tanam hingga saat ini ada sekira 300 batang dan juga saya tambah tanam lagi selagi masih ada lahan kosong," katanya kepada Mentawaikita.com, Minggu (25/11/2018).

Parlin menyebutkan, memiliki lahan seluas 7 hektar, 4 hektar telah ia tanami jengkol dan pisang dan sisanya masih dibersihkan.

Menurut Parlin, jengkol cukup menjanjikan penghasilannya walau sekali setahun panen. Pada Agustus lalu ia mendapat hasil Rp9 juta dari penjual jengkol miliknya yang berbuah sebanyak 20 batang.

"Menurut saya sudah membantu biaya anak yang sedang kuliah di kota Padang yang saat ini sudah semester empat, dan juga Kelas XII SMA dan satu lagi masih di bangku SD," ujarnya.

Ia menyebutkan, harga jual jengkolnya saat berbuah Rp90 ribu per karung dengan berat sekira 20 kg masing-masing karung. Jengkol yang berhasil dijual Parlin sebanyak 100 karung. Menurut hitungan Parlin modal transportasi pengangkutan jengkol ke Sikakap masih tertutupi dari penjualan jengkol.

"Dari awalnya saya menjual saya bertambah semangat dan terus saya kembangkan selain jengkol pisang juga saya tanam di lahan yang sama, jarak tanam jengkol 10 x 10 meter dan jarak tanam pisang 3 x 3 meter," jelasnya.

Dengan jarak tanam seperti itu, kata Parlin dalam 1 hektar mampu diisi 100 batang jengkol dan pisang sekira 900 batang. "Menurut saya menanam jengkol dan pisang jangan tanggung tanggung, selagi masih ada lahan kosong tanam terus, harapannya jalan darat poros Pagai Selatan yang menghubungkan Matobat -Sikakap terbuka sehingga dapat dilintasi mobil truk," ujarnya.

Sementara Firman Samaloisa, petani lain menyebutkan, pernah melakukan kesalahan saat memanen jengkol. Karena ingin cepat, dahan jengkol ia potong agar proses pemetikan buahnya cepat. Akibatnya pada tahun ini jengkolnya tidak berbuah.

BACA JUGA