Rosmaida Sagurung, Tempuh Badai Untuk Ajak Masyarakat Mentawai Peduli Keluarga

Rosmaida Sagurung Tempuh Badai Untuk Ajak Masyarakat Mentawai Peduli Keluarga Rosmaida Sagurung. (Foto:Dok. TP-PKK Mentawai)

Menjadi seorang pemimpin tidak semudah membalikkan telapak tangan, itulah ungkapan yang dilontarkan oleh Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP- PKK) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Rosmaida Sagurung.

Sejak diangkat menjadi ketua TP- PKK Mentawai pada 2007, ia mengaku belum bisa berbuat apa-apa. Sebagai orang baru ia mengaku masih perlu banyak belajar dengan jabatan yang baru saja diembannya. Namun tak lama berselang ia tidak bisa berdiam begitu saja, sebagai istri orang nomor satu di Kepulauan Mentawai harus bisa memberikan yang terbaik kepada warga Mentawai, terutama meningkatkan kesejahteraan masyarakat Mentawai.

Wanita bernama lengkap Rosmaida Sagurung ini ingin menyejahterakan masyarakat Mentawai lewat kegiatan - kegiatan yang dilakukan TP- PKK Kabupaten, seperti melakukan sosialisasi dan turun lapangan langsung ke daerah-daerah dari sepuluh kecamatan yang tersebar di seluruh pelosok Mentawai.

Ia menceritakan perjuangan TP- PKK Mentawai dalam melaksanakan tugas dari kecamatan satu ke kecamatan lainnya tidaklah gampang. Ia harus menempuh badai dan gelombang tinggi Mentawai yang sudah tak asing lagi bagi Rosmaida.

"Tidak mudah, apalagi cuaca kurang baik, badai itulah yang menjadi tantangan kami sebagai TP- PKK Kabupaten, dengan kondisi geografis kita seperti ini kami masih mau untuk berangkat, menemui masyarakat kita di kecamatan-kecamatan," katanya, Senin, 26 November.

Terkadang terselip kengerian di benak Rosmaida saat menempuh badai di laut namun ia berpasrah diri ke tangan kuasa Tuhan. Semua perjalanan ia serahkan dalam kendali operator speed boat yang lebih memahami laju badai. Jika memang tidak bisa ditempuh timnya akan membatalkan keberangkatan, namun hal itu sangat jarang terjadi.

"Cuaca buruk, ombak besar, semuanya kami serahkan kepada Sang Pencipta, juga kepada operator boat bisa atau tidaknya melalui cuaca seperti ini, tapi kami jarang untuk tidak berangkat, selalu berangkat," ujarnya.

Ia mengatakan meski kondisi seperti itu, namun semuanya akan hilang begitu saja apa bila sudah bertemu dengan masyarakat di kecamatan atau pedesaan. "Sampai di tujuan hilang begitu saja, rasa capeknya," tuturnya.

Rosmaida menjelaskan masih banyak masyarakat Mentawai yang belum bisa mengubah kebiasaan-kebiasaan lama dan terlalu santai. Salah satu contoh berpakaian, menyesuaikan pakaian yang layak dipakai saat ada pertemuan atau kegiatan formal. Menurutnya berpakaian bukan berarti harus mewah, namun bisa melihat situasi saat berpakaian.

Tak hanya itu, kaum Adam juga masih ada kebiasaan nongkrong di lapau atau kedai kopi, ia menyebutkan kebiasaan nongkrong di kedai kopi hanya menghabiskan waktu dan tentunya malas bekerja.

"Kita terlalu santai, bapak - bapak masih ada yang nongkrong di warung dari pagi hingga malam, anak, istri tidak diurus, jadi hanya membuang-buang waktu saja, bekerja tidak, merokok jadi kapan kita mau maju" ucapnya.

Ia menuturkan yang mengubah hidup kita bukan orang lain, namun diri kita sendiri. "Bagi yang tidak mau mengubah dirinya berarti dia tidak mau maju, bagi yang mengubah dirinya, itulah yang akan maju," ungkap Rosmaida.

Ia menyebutkan, di lapangan timnya memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang keluarga, cara membuat suvenir, memasak, menjaga kebersihan lingkungan dan rumah.

"Kalau di desa atau dusun itu ada kelompok Dasawismanya, jadi dusun juga berperan penting di dalam organisasi itu, karena Dasawisma itu memang di ketuai oleh istri dusun," terangnya.

Kata Rosmaida, banyak kelompok Dasawisma di desa tidak peduli dengan masyarakatnya. Menurutnya ini menjadi tantangan tersendiri bagi TP- PKK Mentawai. Tak hanya itu cemooh dan ejekan pernah dialaminya, serta masyarakat yang tidak mau tahu.

Selain menjadi ketua TP-PKK Mentawai, Rosmaida juga menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Kesejahteraan Keluarga di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Keluarga Berencana (DPMD2KB) di Pemkab Mentawai serta Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kepulauan Mentawai.

Meski begitu, berkat semua perjuangan TP- PKK Mentawai, ada yang sudah berhasil, baik kesejahteraan keluarga dalam arti kerukunan, ekonomi dan tentunya perubahan dalam tutur kata dan berpakaian.

"Kita sekarang puji Tuhan sudah ada Craft Center, itu akan mengumpulkan semua hasil kerajinan tangan masyaraka Mentawai dari berbagai daerah lalu dijual di situ, layanan bukan kita yang menikmati hasilnya, masyarakat juga, ada keripik pisang, ubi, ikan asin, pakaian adat Mentawai, manik - manik, semua dari masyarakat," terangnya.

Peningkatan ekonomi masyarakat terbukti dari penjualan souvenir di Craft Center mencapai Rp70 juta per bulan.

"Kebetulan kan Craft Center kita ini baru berjalan 1 bulan, itulah hasilnya, semua itu masyarakat punya, sepersen pun kita tidak dapat, gaji yang menjaga itupun kita cari dari tempat lain," kata Rosmaida.

Saat ini masyarakat sudah mulai sadar dengan kemajuan dan bisa meningkatkan taraf ekonomi mereka sendiri, baik berdagang maupun membuat usaha-usaha lainnya untuk memenuhi kebutuhan serta kesejahteraan keluarga masyarakat Mentawai.

BACA JUGA