Kurikulum 2013 Menuntut Guru Kreatif dan Inovafif

Kurikulum 2013 Menuntut Guru Kreatif dan Inovafif Tak ada infokus, Hesti Sagurung guru IPS (Geografi) SMPN 3 Siberut Utara menggunakan hp android untuk memperlihatkan video geologi Indonesia. (foto: bambang/mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Dengan menggunakan ponsel androidnya, Hesti Sagurung memperlihatkan video beberapa bencana yang terjadi di Indonesia, seperti gempa, tsunami, banjir, gunung meletus dan bencana lainnya kepada siswa SMPN 3 Siberut Utara secara bergantian pada dua kelompok yang telah dibentuk pada bidang studi IPS (Geografi), Kamis (22/11/2018).

Siswa kelas I di dalam kelompok terlihat menyimak dan menuliskan jawaban yang mereka lihat dari pertanyaan yang diberikan sebelumnya oleh T. Rosmalia Hesti Sagurung. Mereka belajar tentang geologis Indonesia. "Karena tidak ada infokus untuk menampilkan video pada layar yang besar, mau tidak mau kita menggunakan fasilitas yang ada disekitar kita, " katanya.

Setelah kedua kelompok selesai melihat video, mereka mulai mengerjakan tugas dan saling mempersentasikan tugas yang diberikan terkait dampak bencana yang terjadi di Indonesia yang dipandu Hesti secara langsung agar lokal terlihat kondusif saat presentasi.

Pada sesi sebelumnya, Krista Jubilate, guru bidang studi matematika mengajarkan tentang variabel, suku dan koefisien pada setiap huruf dan angka yang dituliskan pada papan tulis. Setelah memberikan pelajaran, guru lulusan Universitas Ekasakti Padang ini membentuk kelompok siswa untuk mengerjakan tugas kelompok.

Dari tugas yang diberikan, Krista Jubilate hanya menggunakan media yang ada di dalam lokal, seperti meja, kursi dan anggota masing-masing kelompok. Dalam diskusi dan presentasi siswa terlihat aktif untuk bertanya dan memberikan jawaban antar siswa.

"Dalam kurikukum K13 guru dituntun untuk kreatif dalam mengelola lokal, kreatif dalam menggunakan media belajar yang ada disekitar siswa atau lingkungan sekolah, " katanya.

Hesti Sagurung dan Krista Jubilate merupakan guru yang mengikuti pelatihan pelaksanaan kurikukum 2013 tingkat SMP oleh lima sekolah menengah pertama yang ada di Kecamatan Siberut Utara dan Siberut Barat guna mematangkan pelaksanaan K13.

Yudas Imo, Kepala SMPN 3 Siberut Utara yang menjadi induk klaster pelaksanaan K13 untuk lima sekolah SMP di Siberut Utara dan Siberut Barat mengatakan dari pelaksanaan IN (Sekolah yang mengikuti pelatihan kumpul di induk klaster) hingga ON (Induk klaster mengunjungi sekolah sasaran) terlihat perkembangan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar melalui K13.

"Ada perkembangan. Kreatifitas guru mulai terlihat dan tidak lagi monoton pada buku paket. Tentunya kita berharap semua guru harus kreatif dan inovatif didalam mengajar, " katanya pada Mentawaikita.com, Jumat (23/11/2018).

Lebihlanjut dikatakan Yudas, dalam melaksanaan proses belajar mengajar ketika ada diskusi kelompok dan persentasi, guru tidak boleh menyalahkan atau memvonis siswa yang salah. Namun memberilan apresiasi atas keberanian yang dilakukannya baik bertanya maupun menjawab pertanyaan.

"Juga perlu ada bentuk sosial seperti bersalaman saat datang dan pulang sekolah. Ini salah satu bentuk menumbuhkan nilai sosial bagi siswa terhadap orang lain, " katanya.

Namun, dalam pelaksanaan kurikulum 2013 dikatakan Yudas, guru tersandera dari RPP yang telah disusun selama satu semester karena guru tidak boleh lepas dan harus mencapai target setiap pelaksanaan proses pembelajaran.

"Guru harus mematuhi RPP yang disusun, sementara pada setiap pelaksanaan pertemuan dengan siswa tidak semuanya berjalan dengan lancar karena sesuatu hal, " katanya.

Sementara Jacinta Saleleubaja, Plt. Kepala SMPN 3 Siberut Utara mengatakan untuk setiap guru dalam melaksanakan prosea belajar mengajar harus menulislan hari dan tanggal pelaksanaan proses belajar mengajar pada laporan harian.

"Guru harus membiasakan membuat hari dan tanggal pelaksanaan proses belajar mengajar karena akan terlihat kapan dilaksanakan materi tersebut, " katanya.

BACA JUGA