Warga Saibi Samukop Akan Panen Raya Cengkeh

Warga Saibi Samukop Akan Panen Raya Cengkeh Pedagang Saibi Samukop menjemur buah cengkeh. (foto: rinto/mentawaikita.com)

SAIBI SAMUKOP-Warga Saibi Samukop, Kecamatan Siberut Tengah, Kabupaten Kepulauan Mentawai beberapa bulan nanti sampai tahun depan akan menikmati hasil panen cengkehnya yang lebih banyak dari panen tahun sebelumnya.

Jartias Satoko (52) seorang warga Masoggunei mengaku memiliki kebun cengkeh yang berada di empat tempat, di Bukit Sigaitaligei ada tiga lokasi dan di Sibuddaoinan satu lokasi ada sekitar 100 batang lebih. "Semuanya berbuah dan sudah membentuk bunga cengkehnya, panen kali ini panen raya dari pada tahun lalu hanya sedikit," katanya pada Mentawaikita.com, Jumat (23/11/2018).

Jartias menyebutkan meski berbuah prediksi panennya berbeda-beda, di Bukit Sibuddaoinan panennya diprediksi pada Desember tahun ini. "Sibuddaoinan termasuk juga cengkeh warga lainnya yang banyak di Bukit Silaggi-laggi tahun ini dipanen, sekarang saja sebagian sudah memilih-milih buahnya yang besar, tapi kalau di bukit Sigaitaligei masih tahun depan sekitar bulan April tahun depan," ujarnya.

Dijelaskan Jartias, kategori panen raya tersebut di setiap pohon cengkeh jika panen bisa mencapai 200 tekong (kaleng susu) cengkeh mentah dibanding tahun lalu hanya ada 5 tekong cengkeh dalam setiap pohonnya. "Tahun lalu itu sekira 100 pohon cengkeh hanya dapat di kumpulkan sekira 50 kg cengkeh kering tapi sekarang kita senang sekali karena berbuah banyak,karna panen raya inilah yang kita tunggu-tunggu untuk membantu perekonomian kita sebagai petani," katanya.

Soal harga, tambah Jartias saat ini pedagang membeli mentah Rp5 ribu pertekong dan cengkeh kering Rp80 ribu perkilogram. "Itu harganya yang kita tanya ke pedagang tapi mudah-mudahan harga terutama yang kering bisa bertambah lagi," ujarnya.

Senada dengan warga lainnya Nawaitul Kadri (34) menyebutkan pohon cengkehnya berbuah semua sekitar 50 pohon yang berada di bukit Masoggunei. "Bunganya sudah berbentuk cengkeh tinggal menunggu besar lalu kita panen, jadi sambil menunggu itu kita bersihkan batang pohonnya tiap hari," ujarnya.

Rata-rata, jelas Nawaitul pohong cengkeh warga lainnya di bukit Masoggunei juga serentak dan semua berbuah. "Tapi masih lamalah kita panen, mungkin di tahun depan, namun yang kita kawatirkan sekarang ini pencuri saja, belum besar sudah dijarahnya, makanya sekarang tiap hari kita mengontrol pohon cengkeh ini di bukit sambil membersihkan batangnya," katanya.

BACA JUGA