Praktek Lapangan GS Untuk K13 Memuaskan

Praktek Lapangan GS Untuk K13 Memuaskan Kegiatan Praktek Lapangan oleh Guru Sasaran dalam penerapan K13. (foto: bambang/mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Berdasarkan hasil praktek lapangan penerapan kurikulum 2013 (K13) oleh GS (Guru Sasaran) di lima SMP yang mengikuti pelatihan penerapan K13 di SMP N 1 Siberut Utara memuaskan dalam pelaksanaan. Hal itu berdasarkan penilaian instruktur kabupaten yang mendampingi pelaksanaan pelatihan.

"Hasil penilian kita dalam praktek lapangan gurunya sudah baik dalam kegiatan proses belajar mengajar. Anak-anak tidak jadi audien tapi diajak aktif keseluruhan, " kata Vivi W, salah seorang instruktur kabupaten dalam kegiatan evaluasi.

Dalam evaluasi bersama yang dilakukan antara guru sasaran, instruktur kabupaten, korwil pendidikan dan kebudayaan wilayah Siberut Utara serta kepala sekolah sasaran pelaksanaan pelatihan penerapan K13 dijelaskan seorang guru dituntut untuk melakukan observasi dari setiap mata pelajaran dalam proses belajar mengajar.

"Tidak lagi kasih buku catatan lalu guru sibuk di luar atau duduk didepan dengan mencari kesibukan lain. Pengamatan pada siswa sangat diperlukan karena dalam pengisian rapor ada penilaian tentang siswa, " kata Zamzami, instruktur lainnya.

Tak hanya soal penguasaan kelas dan interaktif dengan siswa, juga persoalan bahasa menjadi hal yang penting dalam proses belajar mengajar. Salah menggunakan bahasa maka akan diartikan oleh siswa dalam proses belajar mengajar. Seperti penyampaian kata anda, yang lebih tepat untuk mahasiswa sedangkan untuk siswa lebih tepat menggunakan bahasa siswa atau ananda.

Zainul Muktar, instruktur kabupaten yang menjadi perangkum evaluasi bersama mengatakan dalam K13 yang menjadi dasar dalam pelaksanaannya oleh guru yang mengajar didalam lokal adalah pendidikan literasi dan kewajiban seorang guru untuk menyiapkan perangkat belajar.

Sebelum mengadakan praktek lapangan, guru sasaran masing-masing sekolah terdiri dari lima orang guru ditambah kepala sekolah membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang dibagi dalam empat kelompok, yaitu kelompok pertama agama dan PKn, kelompok dua Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPS, kelompok tiga IPA, Matamatika, kelompok empat Pendidikan jasmani dan keaehatan, Keterampilan, seni dan budaya.

Surya Marlina, dari LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) Padang yang melakukan monitoring pelaksanaan pelatihan penerapan K13 dilima SMP di Siberut Utara dan Siberut Barat, mengatakan kegiatan ini untuk mematangkan pelaksaan K13 disekolah karena 2019 atau tahun ajaran 2019/2020 K13 diterapkan secara keseluruhan disekolah Indonesia.

"LPMP sebagai lembaga penjaminan mutu memastikan pelaksanaan K13 ini berjalan dengan baik, baik melakukan pelatihan bagi guru maupun pelatihan yang dilakukan dalam bentuk klaster atau pengelompokkan, " katanya padaMentawaikita.com, Sabtu (17/11/2018).

Yang tergabung dalam klaster pelatihan bersama ini yaitu SMPN 2 Siberut Utara selaku induk klaster yang menjadi panitia pelaksana, SMPN 3 Siberut Utara, SMPN 1 Siberut Barat, SMPM 2 Siberut Barat dan SMPN 3 Siberut Barat.

"Dalam pelaksanaan ini ada IN (semua sekolah sasaran berkumpul disekolah induk klaster) dan ada ON (Induk klaster mengunjungi sekolah sasaran). Dari sana akan ada belajar bersama dan evaluasi dalam pelaksanaan K13 secara bersama, " kata Yudas Imo, kepala SMPN 2 Siberut Utara selaku panitia pelaksana.

BACA JUGA