Guru SMP Siberut Utara dan Barat Dalami Teknik Mengajar K13

Guru SMP Siberut Utara dan Barat Dalami Teknik Mengajar K13 Surya Marlina dari LPMP Sumbar menyampaikan sambutan pada pelatihan guru SMP dari Kecamatan Siberut Utara dan Siberut Barat (Foto : Bambang/mentawaikita.com)

SIKABALUAN—Guru tingkat SMP di Kecamatan Siberut Utara dan Kecamatan Siberut barat dilatih cara pelaksanaan Kurikulum 2013 (K13). Pelatihan tersebut dilaksanakan di SMPN 2 Siberut Utara, Kecamatan Siberut Utara, Jumat (16/11/2018).

Pelatihan tersebut diikuti oleh SMPN 2 Siberut Utara (Sirilogui), SMPN 3 Siberut Utara (Sotboyak), SMPN 1 Siberut Barat (Betaet), SMPN 2 Siberut Barat (Sigapokna) dan SMPN 3 Siberut Barat (Simalibbeg).

"Ini tujuannya untuk lebih memantapkan pelaksanaan K13 di sekolah yang mana sebelum pelaksanaan ini guru sasaran sudah mengikuti pelatihan," kata Ketua Panitia Induk klaster Pelaksanaan Pendampingan K13 tingkat SMP yang juga menjabat Kepala SMPN 2 Siberut Utara, Yudas Imo kepada Mentawaikita.com, Jumat (16/11/2018).

Yudas menyebutkan, pelatihan tersebut diikuti 5 guru dari masing-masing sekolah ditambah kepala sekolah sasaran. Guru-guru tersebut mengajar beberapa bidang studi yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, guru Matematika, Fisika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Agama dan Kesenian dan budaya.

"Dalam kegiatan ini ada teori dan praktik lapangan yang langsung didampingi dari LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) dan instruktur Kabupaten," ujar Yudas.

Peserta pelatihan akan mengikuti sesi teori dan praktik, mereka dibagi per kelompok untuk mengerjakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kemudian cara penilaian hingga membuat rapor. Sedangkan pada kegiatan praktik masing-masing kelompok akan mempresentasikan hasil kerja kelompok di dalam kelas yang langsung disaksikan oleh LPMP dan instruktur.

"Nantinya ada supervisi di dalam praktik sehingga akan terlihat apa yang menjadi perbandingan dalam pelaksanaan K13 dan KTSP, juga evaluasi bersama terkait pelaksanaan selama ini dan kedepannya setelah mengikuti pelatihan," jelasnya.

Sutanto Hilarius, dari korwil Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Siberut Utara mengatakan seorang guru dalam mengajar mesti memahami standar dan proses. Bila dalam standar dan proses seorang guru salah maka akan berdampak pada mutu pendidikan bangsa serta mental bangsa.

"Karakter bangsa itu dasarnya pada pendidikan," katanya saat membuka acara pelatihan pendampingan pelaksanaan K13.

Sutanto mengatakan, dalam pembelajaran ada metode dan alat, selama ini guru lebih fokus pada buku paket pembelajaran. Mestinya metode dan alat diolah oleh guru untuk lebih kreatif.

"Dari tuntutan guru itu dibutuhkan aktif, kreatif dan inovatif. Ketika ketiga ini berjalan menghasilkan peserta didik sebagai generasi yang baik," katanya.

Sementara Zainul Muktar, salah seorang instruktur kabupaten dalam kegiatan pelatihan pendampingan pelaksanaan K13 mengatakan, bila sebelumnya pendidikan literasi hanya diterapkan setiap jam pelajaran pertama selama 15 menit, untuk saat ini setiap mata pelajaran wajib menerapkan pendidikan literasi.

"Siswa wajib membaca buku pelajaran pada setiap jam mata pelajaran. Jadi bukan pada waktu pada jam pertama saja," katanya.

Surya Marlina, salah seorang mentor dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Barat yang memonitoring pelaksanaan pelatihan penerapan K13 mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mematangkan pelaksanaan K13 disekolah.

"Nantinya dalam kegiatan ini akan ada praktik lapangan dan evaluasi dari instruktur yang ada. Untuk instruktur ini yang mengikuti pelatihan 2018, bukan yang tahun lalu karena tahun lalu dengan tahun sekarang ada perbedaan," katanya.

Surya Marlina menyebutkan, penerapan K13 sudah serentak dilakukan secara nasional pada 2019. "Kita ingin guru sasaran yang sudah mengikuti pelatihan dan ikut dalam pelatihan dan pendampingan kali ini lebih mantap lagi baik dari pembuatan RPP hingga pengisian rapor," katanya.

BACA JUGA