Manusia yang Terdidik Kunci Kemajuan Bangsa

Manusia yang Terdidik Kunci Kemajuan Bangsa Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Tuapeijat, 2 Mei 2016 (Foto: Patris Sanene)

TUAPEIJAT--Manusia yang terdidik adalah kunci kemajuan bangsa. Hal tersebut disampaikan Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet pada upacara peringatan hari pendidikan nasional di kantor Bupati Kepulauan Mentawai pada Senin, 2 Mei lalu.

"Manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa," kata Yudas membacakan teks pidato Menteri Pendidikan Anies Baswedan yang mengambil tema Hardiknas 2016 "Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-cita".

Pada pidato tersebut Yudas menyebutkan bahwa mutu pendidikan berdampak besar pada ruang kesempatan untuk maju dan sejahtera, sehingga manusia Indonesia mendapatkan kemudahan akses pendidikan yang bermutu sepanjang hidup untuk keberlangsungan bangsa.

Teknologi menjadi pendorong lompatan perubahan yang akan berpengaruh pada cara hidup, bekerja, dan cara belajar.

Kata Yudas dalam pidatonya, anak-anak Indonesia khusus Mentawai melihat kebutuhan anak pada tiga komponen yaitu kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi.

Karakter dimaksudkan kata Yudas yang perlu ditingkatkan adalah karakter moral, memahami nilai pancasila, keimanan, ketakwaan, integritas, kejujuran, keadilan, empati, rasa welas asih, sopan santun.

Kemudian kata Yudas adalah karakter kinerja, karakter kinerja adalah bekerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan.

Menteri Pendidikan Anies Baswedan pada pidato yang disampaikan Bupati Yudas menginginkan anak Indonesia dapat menumbuhkan karakter moral dan karakter kinerja tersebut.

"Kedua karakter ini harus seimbang, kita tak ingin anak-anak Indonesia menjadi anak yang jujur tapi malas, atau rajin tapi culas. Keseimbangan karakter baik ini akan menjadi pemandunya dalam menghadapi lingkungan perubahan yang begitu cepat," katanya.

Pada Hari Pendidikan Nasional, Yudas mengajak orang tua untuk untuk memastikan benar keingintahuan anak, api semangat berkarya di dalam diri anak.

"Adalah tugas kita memberikan ruang bagi anak-anak Indonesia untuk berkontribusi, memajukan dirinya, memajukan masyarakatnya, memajukan kebudayaan bangsanya. Rasa percaya dari orang dewasa kepada anak-anak untuk berkarya dan ikut membawa kebudayaan kita terus bergerak melangkah maju adalah kunci kemajuan negara," kata Yudas.

(Patris Sanene)

BACA JUGA