Bupati Mentawai: Kebudayaan Dikelola Dua OPD

Bupati Mentawai Kebudayaan Dikelola Dua OPD Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet didampingi Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Mentawai, Desti Seminora di ajang Festival Pesona Mentawai 2018. (Foto: Rus Akbar/Mentawaikita.com)

MUNTEI-Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet melibatkan dua dinas untuk mengelola budaya yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga.

"Budaya kita bagi dua, satu di pendidikan, satu di pariwisata, pariwisata lebih mencuatkan tentang atraksi seperti tradisi paruak yang dilakukan sikerei, tato dan lain-lain sedangkan kalau di pendidikan soal memberikan makna dan nilai dari paruak itu. Dulu budaya ada di dinas pariwisata makan saat ini di pendidikan memberikan nilai dan makna budaya itu. Sedangkan pariwisata memberikan atraksi, menciptakan lagu yang baru dengan nilai yang kita milki, kita orang Mentawai meski tahu bahwa kita ada keunikan," katanya di lokasi Festival Pesona Mentawai 2018 di Desa Muntei, Siberut Selatan, Sabtu (3/11/2018).

Bupati menambahkan dengan contoh, seperti tradisi menumbuk keladi di Mentawai tidak akan sama dengan di Jawa dimana membedakannya adalah budaya dan cara berpikir.

"Kami ke hulu kemarin kami belajar puiringinan, kami wawancarai orang yang sudah tua, kenapa pakai keladi, hati ayam apa maknanya, saya suruh dan menulis itu mungkin tiga halaman, saya turun langsung, ini penting sekali kalau bicara pariwisata kita bicara budaya. Puiringan memiliki nilai yang sangat tinggi," katanya.

Yudas menegaskan ini budaya harus digali sehingga bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan eksistensi Mentawai di mata dunia. "Banyak lagi yang harus dikembangkan, seperti membahas uma ada unsur-unsur yang tidak kita ketahui," pungkasnya.

BACA JUGA