Iba Siobbuk, Ikan Masak di Bambu Khas Mentawai yang Gurih

Iba Siobbuk Ikan Masak di Bambu Khas Mentawai yang Gurih Iba Siobbuk, ikan yang dimasak dalam bambu

MAILEPPET--Masakan di Mentawai umumnya tanpa penyedap rasa dan bumbunya minimalis, biasanya hanya dibubuhi garam. Salah satunya yang popular iba siobbuk, ikan yang dimasak dalam bambu.

Seperti salah satu yang disuguhkan Dasa Wisma I Melati Dusun Bat Joja, Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat dalam ajang Festival Pesona Mentawai 2018 yang berlokasi di Maileppet.

Ikan dimasak di okbuk (bambu) merupakan salah satu andalan kuliner kelompok ibu-ibu tersebut, apalagi dicampur dengan olahan sagu dan subbet (keladi campur pisang). Aroma ikan yang harum oleh bambu menggugah selera untuk mencicipnya.

Erna Sakerengan Leleggu, salah satu anggota kelompok tersebut menuturkan, memasak iba siobbuk cukup mudah, cukup menyiapkan bambu satu ruas sepanjang satu meter kurang.

"Bambu lemang ini dipotong-potong antar ruas, kemudian ikan karang yang ada dipotong sesuai ukuran tabung bambu, lalu dikasih tutupnya memakai sabut kelapa atau daun sejenis jahe," katanya pada Mentawaikita.com, Rabu (31/10/2018).

Jangan lupa dipadatkan agar tidak ada ruas yang kosong, selanjutnya air bersih sudah dicampur garam dimasukkan dalam bambu yang sudah berisi ikan.

"Memasak ikan dalam bambu ini mirip memasak lemang dengan cara mendirikan agar airnya tidak tumpah. Bakar bambu tersebut sampai warna hitam, tapi ingat apinya jangan terlalu besar," katanya.

Sekira satu jam lebih kemudian kalau sudah agak mengering dan air dalam bambu tersebut sudah mendidih tandanya sudah masak dan siap disajikan. "Akan enak kalau dimakan pakai subbet atau sagu panas yang menjadi tandemnya," katanya.
Rugi jika tak mencicipi iba siobbuk, jika sudah mencicipnya baru benar-benar pulang kampung.

BACA JUGA