Lezatnya Sate Koddiai Sirarak

Lezatnya Sate Koddiai Sirarak Koddiai Sirarak, kuliner khas Mentawai yang disuguhkan pada Festival Pesona Mentawai 2018 di Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan. (Foto : Rus/mentawaikita.com)

MUNTEI—Rasa yang gurih dan sedikit agak kenyal membuat siapapun akan bangkit seleranya ingin mencicipi sate lokan sungai atau koddiai sirarak (lokan bakar). Koddiai sirarak merupakan salah satu kuliner khas Mentawai yang ditampilkan pada Festival Pesona Mentawai (FPM) 2018 yang digelar di Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan, Selasa, (30/10/2018).

Dari jauh cita rasa yang menggiurkan tersebut telah terasa seiring bau yang tertangkap indera penciuman yang diterbangkan angin dari pemanggangan.

Lokan sungai ini memang lebih mudah didapat di daerah tersebut, karena memang Desa Muntei merupakan daerah aliran sungai lumpur yang menjadi habitat lokan sungai tersebut. Untuk mendapatkan lokan tersebut ibu-ibu sekitar daerah itu menyelamnya ke dasar sungai. Tapi sungainya lebih mudah dijangkau ke dasar pada saat musim kemarau sebab air sungainya lebih dangkal.

Roberta Sagari (30) yang membuka stan tersebut menjelaskan ini adalah makanan khas Mentawai tapi sudah dimodifikasi dari tradisional diberi bumbu-bumbunya.

Untuk mengola koddiai sirarak, awalnya lokan yang sudah diambil di sungai pertama dikupas dulu dari cangkangnya, kalau langsung direbus dengan kulitnya nanti banyak tanah dan lumpur mending dikupas dulu. "Setelah dikupas kemudian direbus terlebih dahulu sekira setengah sampai satu jam biar lebih lunak lagi," ujarnya pada Mentawaikita.com, Selasa (30/10/2018).

Kemudian setelah dikeringkan lalu ditusuk seperti sate sekira 10 biji. Sambil menunggu lebih kering yang disiapkan berikutnya adalah bumbu sebagai penambah cita rasa koddiai sirarak tersebut.

"Bumbu yang disiapkan itu adalah bawang merah dan bawang putih, kunyit, lengkuas, garam dan jahe, kemudian santan kelapa," tuturnya.

Setelah dihaluskan seluruh bumbu tersebut diaduk memakai santan kelapa lalu dipanaskan sampai santan kelapa yang berisi bumbu menjadi kental. Lalu lokan yang disate tersebut dibakar dengan memakai bara api, saat kering-kering baru dioleskan bumbu yang sudah dipanaskan tersebut. Kalau sudah matang barulah disajikan untuk dicicipi. Rasanya sangat menggiur selera.

BACA JUGA