Turuk Manyang Tarian Pembuka Festival Masyarakat Adat

Turuk Manyang Tarian Pembuka Festival Masyarakat Adat Turuk manyang yang dibawakan sanggar seni dan budaya Uma Jaraik Sikerei dari Desa Muntei. (Foto : Patris/mentawaikita.com)

TUAPEIJAT—Turuk manyang yang dibawakan sanggar seni dan budaya Uma Jaraik Sikerei dari Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan menjadi turuk (tarian) pembuka acara Festival Masyarakat Adat yang diselenggarakan Yayasan Citra Mandiri Mentawai (YCMM) melalui Program Peduli-Kemitraan Partnership bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai sekitar pukul 20.00 WIB di halaman kantor bupati Mentawai, KM. 5 Tuapeijat, Sipora Utara, Rabu, 19 September 2018.

Turuk manyang (tari elang) merupakan salah satu turuk Mentawai. Kali ini turuk manyang yang ditampilkan yaitu manyang yang sedang mandi. "Ini artinya membersihkan diri agar terhindar dari bahaya, " kata Laulau Ogok, salah seorang sikerei pada Mentawaikita.com, Rabu (19/9/2018).

Dalam festival masyarakat adat ikut hadir kepala bidang pemberdayaan sosial-budaya Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Susilawati, dari TAF (The Asia Foundation), Kemitraan Jakarta, Mitra Program Peduli, Unsur Forkopimda Mentawai, DPRD dan instansi pemerintah kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kegiatan festival masyarakat adat akan dilaksanakan 19-21 September 2018 dengan menggelar berbagai kegiatan, diantaranya Forum Group Discussion (FGD) tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental "Hutan dan Eksistensi Budaya Mentawai", Focus group discussion (FGD) Percepatan Hutan Adat Mentawai, Antara Kesiapan Regulasi Daerah dan Proses di KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehuatanan), Pentas Budaya yang terdiri dari turuk laggai, ritual pengobatan oleh sikerei, kuliner Mentawai dan Lomba Mewarnai tingkat TK

BACA JUGA