Formma, Kopal dan Pelajar Siberut Tengah Tanam 1.500 Mangrove di Pantai Saibi Samukop

Formma Kopal dan Pelajar Siberut Tengah Tanam 1500 Mangrove di Pantai Saibi Samukop Penanaman mangrove di Pantai Saibi Samukop, Siberut Tengah, Mentawai (Foto: Rinto / www.mentawaikita.com)

SAIBI SAMUKOP - Forum Mahasiswa Mentawai (Formma) Sumatera Barat bersama Komunitas Pencinta Alam dan Lingkungan (Kopal) serta pelajar Siberut Tengah tanam 1.500 mangrove di pantai Saibi Samukop, Rabu (22/08/2018).

Penanaman mangrove tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, Formma juga telah menyelenggarakan seminar lingkungan hidup untuk pelajar, 21 Agustus lalu. "Hari ini kita tanam 1.500 mangrove, bibitnya kita ambil dari lokasi yang ada di dekat sini juga," ujar Ketua Formma Sumbar, Ignasius Joko Mulyono kepada MentawaiKita.com, Rabu (22/08/2018).

Pengawasannya nanti, kata Joko akan dijaga oleh Kopal Siberut Tengah. "Termasuk juga pelajar, jika ada yang mati, akan ditanam kembali," jelasnya.

Tidak hanya itu, Formma dan Kopal juga akan berdiskusi bersama Badan Permusyawaran Desa (BPD), Pemerintah Desa serta masyarakat tentang aturan lingkungan. "Tujuannya, kita ingin mendorong pemerintah setempat untuk membuat Peraturan Desa (Perdes) tentang lingkungan. Tentunya, hasil diskusi ini akan kita sepakati dan tanda tangani bersama yang akan menjadi acauan dalam pembuatan Perdes nantinya," ungkap Joko.

Setelah ini, kata Joko akan dilanjutkan ke daerah lain di Mentawai. "Penghijauan lingkungan ini akan tetap berlanjut," ujarnya.

Wakil Ketua Formma Sumbar, Eko Zebua mengatakan kegiatan ini sebagai upaya dalam mengatasi abrasi pantai di Mentawai. "Sebagai antisipasi bencana, seperti banjir rob dan juga abrasi pantai. Jika mangrove yang kita tanam ini tumbuh, setidaknya akan dapat mengurangi itu," ungkapnya.

Selain itu, Kepala Desa Saibi Samukop, Binsar Saririkka mengatakan, penanaman mangrove yang dilakukan Formma, Kopal serta pelajar Siberut Tengah sangatlah bagus, dan harus dilanjutkan oleh komunitas lainnya.

Tentang aturan lingkungan di desa, dikatakan Binsar hingga saat ini belum ada. "Akan kita tertibkan dulu kawasannya. Setelah itu, baru kita buat perdesnya," ungkap Binsar.

Tidak hanya itu, Ketua Kopal Siberut Tengah, Mei Jasman Sakailoat menyebutkan akan menjaga mangrove yang telah ditanam tersebut. "Kami berharap, seluruh lapisan masyarakat juga ikut menjaganya. Akan kita lanjutkan kegiatan seperti ini. Semoga mangrove yang kita tanam hari ini tumbuh dan dapat kita jaga bersama dengan baik," ujarnya.

Laurensius Samaileppet, seorang guru SMAN 1 Siberut Tengah menilai kegiatan itu sangat memotivasi pelajar serta anak-anak muda. "Dengan melibatkan pelajar, itu akan memotivasi mereka untuk menjaganya. Mereka akan sadar pentingnya lingkungan, juga akan disampaiakn kepada orang tua mereka masing-masing agar ikut menjaga bakau yang telah mereka tanam," katanya.

BACA JUGA