Syafrizal, Menyelamatkan Pantai Saibi dari Abrasi

Syafrizal Menyelamatkan Pantai Saibi dari Abrasi Syafrizal Sanenek, warga Saibi Samukop Kecamatan Siberut Tengah, Mentawai yang menanam bibit bakau dan ketaping di pantai untuk mencegah abrasi.

SIKABALUAN-Setiap jadwal kapal antar pulau dari Tuapeijat menuju Saibi Kecamatan Siberut Tengah Kepulauan Mentawai datang, Syafrizal Sanenek menggunakannya untuk menanam bibit bakau di bibir pantai sebagai upaya menyelamatkan pantai Saibi dari abrasi pantai.

"Sambil menunggu kapal lego jangkar saya menanam bibit bakau di sekitar bibir pantai, " kata Syafrizal pada Mentawaikita.com, Minggu, 29 Juli 2018.

Syafrizal biasa membawa boat saat kapal masuk untuk mengantar jemput penumpang. Setelah membawa boat miliknya dari hulu sungai menuju pintu muara dan menambatkannya di bagian sisi sungai, saat itulah dimanfaatkan untuk menanam bakau.

"Dalam satu minggu atau sekali jadwal kapal antar pulau minimal 3 batang bibit bakau saya tanam, "kata staf TU di SMAN 1 Siberut Tengah.

Bibit bakau tersebut diambil Syafrizal di sekitar pantai Saibi yang mulai habis ditebang dan terancam abrasi. "Kalau tidak kita selamatkan maka pantai Saibu ini akan habis, " katanya.

Alumni STKIP-Padang Jurusan Sosiologi ini mengaku terinspirasi melihat keindahan pantai Sikabaluan dan Pulau Tumbang saat membawa siswa SMAN 1 Siberut Tengah rekreasi setelah menjalankan mandat sebagai pasukan pengibar bendera merah-putih pada HUT RI ke-72 tahun lalu.

"Saya melihat pantai Sikabaluan itu indah karena pohon cemara pantai, begitu juga dengan Pulau Tumbang yang indah dan berada di tengah lautan, " katanya.

Sepulang dari sana Syafrizal membawa bibit pohon ketaping yang ada di Pulau Tumbang dan bibit pohon cemara pantai yang ada di Sikabaluan.

"Bibit itu saya tanam agak jauh dari bibir pantai sementara yang dibibir pantai karena berlumpur sungai saya tanam bibit bakau, " katanya.

Jumlah bakau yang sudah tertanam dan sedang tumbuh sekira 50 batang dan ada yang berdaun dua hingga berdaun tujuh helai.

"Kadang ada orang yang mencabut bibit yang sudah tertanam dan ada juga yang membakar cemara pantai yang mulai besar, " katanya.

Sementara di Pantai Sikabaluan, cemara pantai makin lama makin berkurang dan merusak keindahan pantai akibat ditebang masyarakat setempat untuk dijadikan kayu bakar.

"Seharusnya dijaga selain untuk keindahan dan nilai tambah pesona Sikabaluan juga sebagai penahan abrasi pantai, " kata Salim Tasirilotik, warga Sikabaluan.

Beberapa pemuda di Dusun Muara Desa Muara Sikabaluan membuat pondok bersantai dan ditata sedemikian rupa sehingga terlihat menarik untuk menjadi tempat wisata, banyak masyarakat pada waktu sore atau akhir pekan menikmati tempat tersebut.

"Orang muda bisa berfoto di sana pada ayunan, pondok dan tempat duduk yang dibuat. Orang menikmati keindahan laut, pantai dari pondok dibawah cemara pantai, " katanya.

BACA JUGA