Jalius Bercita-cita Ciptakan Bahan Bakar Minyak dari Microalgae di Mentawai

Jalius Bercitacita Ciptakan Bahan Bakar Minyak dari Microalgae di Mentawai Jalius (kiri)bersama rekannya melakukan riset. (Foto : dok)

TUAPEIJAT-Berlatar belakang pendidikan strata 2 jurusan teknik elektro, Jalius Salebbay, mahasiswa dari Dusun Sakkelo Puro I, Desa Muara Siberut, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai bercita-cita menjadikan microalgae sebagai sumber bahan bakar minyak yang dapat diperbaharui.

Jalius saat ini merupakan staf tetap pada Universitas Kristen Indonesia di Jakarta. Menurutnya dengan temuannya itu, ia tertarik untuk mengaplikasikannya di Mentawai, namun hal itu tidak secepatnya dapat terwujud sebab harus melalui beberapa riset.

"Microalgae ini merupakan baru di Indonesia, dan saya mau membuat satu contoh namun bukan untuk Indonesia, karena saya tidak mau bicara dengan Indonesia, saya maunya di Mentawai, kebetulan saya dari Mentawai, tepatnya di Puro, Siberut Selatan, nah disitulah saya akan membuat satu contohnya, pondasinya sudah ada, tapi belum selesai," kata Jalius saat ditanya Mentawaikita.com usai mempresentasikan hasil risetnya itu kepada Pemkab Mentawai di Kantor Bupati Kepulauan Mentawai, Tuapeijat, Jumat (25/5/2018).

Rencananya microalgae ini akan dibuat atau diubah menjadi minyak bensin, dengan tujuan untuk ketahanan bahan bakar minyak (BBM) khususnya di Kepulauan Mentawai.

Menurutnya beberapa tahun ke depan minyak yang ada di dalam perut bumi akan habis, dan tentunya ini merupakan saat tepat untuk mencari solusi mengatasi keterbatasan minyak fosil yang ada selama ini.

Kebutuhan energi yang semakin meningkat menyebabkan sumber energi semakin berkurang. Hal ini mendorong pencarian sumber energi terbarukan untuk mengantisipasi kelangkaan tersebut. Salah satu sumber energi baru ialah mikroalga.

Mikroalga memiliki variasi jenis yang tinggi dan memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan sebagai bahan pangan dan produk kimia lainnya. Mikroalga sedang dikembangkan sebagai penghasil biodiesel yang dapat diandalkan menggantikan bahan bakar minyak.

Alga atau algae sendiri adalah sekelompok organisme autotrof yang tidak memiliki organ dengan perbedaan fungsi yang nyata. Alga bahkan dapat dianggap tidak memiliki organ seperti yang dimiliki tumbuhan (akar, batang, daun, dan sebagainya). Karena itu, alga pernah digolongkan pula sebagai tumbuhan bertalus.

Sifat unik mikroalga diakui di seluruh dunia sebagai biomassa multidimensional untuk industrialisasi. Penelitian universitas yang inovatif berfokus pada komposisi sistem budidaya mikroalga untuk menghilangkan nutrisi dari air limbah, memanfaatkan biomassa alga yang dihasilkan untuk menghasilkan biogas yang efisien energi.

Namun, dari inovasi untuk komersialisasi, proses industrialisasi membutuhkan efisiensi biaya dalam penerapan teknologi produksi baru. Produksi air bersih dan biogas dengan menggunakan nutrisi sebagai input melalui proses bioteknologi baru tidak hanya menjanjikan pengurangan biaya industri swasta tetapi juga manfaat bersih lingkungan dan sosial.

Implementasi sistem budidaya mikroalga akan memiliki dampak positif yang besar pada peningkatan ekosistem akuatik yang memungkinkan solusi pasar untuk kontrol emisi optimal baik pada sumber pencemar limbah maupun polusi udara.

Ia juga menyampaikan kehadiran microalgae ini bukan berarti ada persaingan dengan biomasa bambu yang saat ini tengah dikembangkan di Mentawai.

"Yang jelas ini bukan saingan dari biomasa bambu, bukan, kita hanya menawarkan, semakin banyak sumber kan semakin bagus, kita juga tidak mau ada perbandingan, meskipun ada yang lain silakan, baik solarsel, energi gelombang, atau lain sebagainya, silakan," ujar Jalius.

Lanjut dia, untuk membuat percontohan di Indonesia, ia ingin pembangunan sumber energi baru ini dibangun di Kepulauan Mentawai bukan di daerah lain. Menurutnya jika ini terwujud Mentawai akan mencatat sejarah pembangunan microalgae pertama di Indonesia adalah Mentawai.

Kita maunya membuat satu percontohan itu di Mentawai, di Indonesia tapi tempatnya yaitu di Mentawai, jika memang terwujud, kita akan mencatat sejarah besar di Indonesia," ucapnya.

Sementara Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake mengucapkan terima kasih kepada Jalius yang memikiki inovasi untuk membangun Mentawai, karena menurutnya, orang seperti ini yang dicari.

"Kami sampaikan terima kasih kepada Jalius, ini merupakan yang ide-ide, inovasi yang baik, karena dari konteks sumber daya manusia sangat kita butuhkan itu," kata Korta.

Ia juga sangat mendukung adanya pengembangan microalgae di Mentawai. Sebagai bentuk dukungan pihaknya (pemerintah) akan mencarikan dana pengembangan dan penerapannya jika dibutuhkan.

Kalau perlu buatkan suatu proposal untuk membantu riset-riset yang dilakukan, kita akan carikan dananya, kita akan bantu itu," ujarnya.

Lebih lanjut ia katakan, SDM merupakan yang utama, masalah dampak dijelaskan Korta itu persoalan lain.

BACA JUGA